Review Film Bad Genius: Sekedar Menyontek Tapi Menegangkan

Review Bad Genius

Buat kamu yang ngerasa bosen dengan film horor, komedi, percintaan dari Negeri Gajah Putih kalian harus banget nonton film ini. Film ini sangat related sekali dengan kehidupan semua orang yang selalu berusaha untuk mewujudkan keinginannya, entah itu cara baik atau licik.

Film garapan Nattawut Poonpiriya ini terinspirasi dari kisah nyata yaitu kecurangan saat ujian sekolah. Tentu dengan tema pendidikan yang sangat related sekali dengan kehidupan masa-masa sekolah bikin yang nonton gregetan.

Film tersebut berjudul Bad Genius yang menceritakan seorang siswi yang memiliki segudang prestasi yang memanfaatkan kepintarannya untuk hal negatif berupa jasa contekan yang ditukar dengan uang. Tokoh utamanya adalah Lynn (Chutimon Chuengcharoensukying) yang pindah ke sekolah baru dengan harapan bisa bersekolah ke luar negeri, ia bertemu dengan Grace (Eisaya Hosuwan) gadis cantik yang periang dan baik namun memiliki kelemahan dalam bidang akademik.

Mereka berteman baik hingga saling membantu bahkan dalam ujian. Hingga Lynn diperkenalkan dengan Pat (Teeeradon Supapunpinyo) yang merupakan pacar dari Grace. Kebaikan dari Lynn ini dimanfaatkan oleh Pat untuk membantu dia dan teman-temannya dengan menjanjikan uang sebagai bayaran dari kepintarannya. Karena Lynn tahu Ayahnya mengalami kesulitan secara finansial, dia pun menerima tawaran tesebut.

 

Kisah Dengan Hal Yang Menjadi Permasalahan Sehari-Hari

Review Film Bad Genius

Berawal dari jasa contekan untuk Pat dan teman-temannya itu, jasa Lynn semakin banyak peminat hingga dijadikan bisnis karena menghasilkan uang dengan menjadikan les piano sebagai kamuflase. Ayah dari Lynn (Thaneth Warakulnukroh) awalnya hanya mengetahui bahwa les tesebut adalah les piano biasa dan bahagia karena dari usaha tersebut Lynn bisa mendapatkan uang tambahan.

Hingga bisnis tersebut lama-lama terbongkar karena siswa bernama Bank (Chanon Santinatornkul) merasa ada kecurangan saat ujian sekolah berlangsung dan melaporkannya kepada Kepala Sekolah (Sarinrat Thomas). Betapa kecewanya Ayah Lynn hingga membuat hubungan mereka buruk. Meski sama-sama pintar, Bank punya prinsip yang berbeda dengan Lynn, dia sangat jujur dan pekerja keras.

Namun, karena suatu keadaan Bank pun mengikuti jejak Lynn bersama Grace dan Pat. Mereka berempat merencanakan bocoran jawaban ujian STIC (tes internasional untuk masuk universitas terkenal) dengan meraup keuntungan hingga beratus-ratus juta.

Bad Genius berhasil mendramatisir kita dengan baik walaupun dari kisah yang sederhana. Penggambaran kegilaan untuk mendapatkan nilai bagus sangat luar biasa dan tidak terbayang sebelumnya. Kita seakan diajak bernostalgia pada masa-masa sekolah, kita juga akan diajak deg-degan saat menyaksikan para siswa sedang berusaha mencari contekan. Tentu, sangat sesuai dengan sistem pendidikan yang dituntut untuk mendapatkan pencapaian dari pendidikan yang betahun-tahun dijalani hanya berdasarkan beberapa jam saat ujian.

Review Film Bad Genius

Hal ini yang mendorong siswa untuk bisa lulus dengan berbagai cara. Belum lagi, status sekolah “unggulan” yang secara tidak langsung tersirat di film juga jadi sindiran halus, karena tanpa disadari sekolah “unggulan” memiliki sistem pembiayaan operasional di luar kemampuan keluarga siswa. Terdapat juga masalah kasta social diantara para siswa, yang memiliki kemampuan untuk “membeli” jawaban dari siswa pintar yang memiliki kondisi ekonomi kurang.

Tak hanya berlatar sekolah di Thailand, penonton juga disuguhi panorama khas Sydney dengan Opera House, stasiun bawah tanah yang estetik sekali. Tidak heran bukan, kalau film ini layak banget mendapatkan banyak tanggapan postif dan berbagai penghargaan.

Karena selain penggambaran yang sangat pas sekali, tedapat juga pesan moral dimanapun kita berada, apapun tujuan kita, kejujuran tetap hal yang paling terbaik. Kecurangan memang membuat kita bisa berhasil tetapi, lama kelamaan bisa menjadi zat adiktif yang lama-kelamaan akan membuat kecanduan dan menghancurkan segalanya.

Kesimpulan

Rating 9 sangat pantas diberikan kepada film ini, karena kegiatan menyontek sangat berhasil digambarkan melalui cara-cara yang mungkin sangat tidak pernah terpikirkan, serta masalah tidak hanya satu tapi diupgrade menjadi skala yang lebih menantang.

Arahan dari sutradara Nattawut berhasil menciptakan akting yang sangat apik kepada para pemain yang terbilang baru di dunia film. Sebagai penonton tentu tidak menyangka lembar jawab ujian yang dulu hanya dilihat saat ujian sekolah bisa begitu epik dan menegangkan saat ada di Bad Genius.

Film ini juga sangat cocok untuk kalangan orang tua atau pengajar. Tentunya film Bad Genius sub Indo sudah tersedia untuk ditonton secara legal di Indonesia. Walaupun sudah rilis sejak 2017 namun film ini dapat memberi gambaran bagi orang tua dan beberapa pihak mengenai tekanan siswa ketika dituntut untuk menjadi yang terbaik.

Bukan seorang fanatik tapi hanya mengisi waktu luang untuk menulis dan berbagi.

    Tinggalkan Komentar

    Email Anda tidak akan dipublikasikan*